UJIAN AKHIR SEMESTER
DAMPAK ROKOK ELELTRIK PADA GENERASI MILENIAL
Essai Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Komunikasi Kesehatan
Dosen Pengampu : Dela Aristi, M.KM., & Gitalia Budhi Utami S.KM.,M.KM
Disusun Oleh:
NurYani (11181010000114)
Kelas 3A Kesehatan Masyarakat 2018
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
DESEMBER
2019
Istilah Generasi jaman now
atau sering kita dengar dengan sebutan kaum milenial adalah suatu generasi atau
kelompok demografi setelah Generasi X
yaitu generasi Y juga akrab disebut Millenials generation. Menurut para
ahli biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal generasi yang lahir pada kelompok ini dan
pertengahan tahun 1990-an sampai awal 2000-an sebgai akhir kelahiran.
Membahas tentang generasi milenial akan terlalu panjang jika
dijabarkan saat ini. maka pada kesempatan ini lebih membahas tentang tren
yang menurut banyak anak milenial
menyebutnya hal yang keren,glamor ,atau punya daya tarik tersendiri bagi kaum
milenial tapi mereka tak tahu pengaruh bagi tubuh. Pokok pembahasaan kali ini
Yaitu: Dampak Rokok Eleltrik pada generasi milenia Banyak dari
sebagian mereka yang tidak mengetahui dampak apa yang terjadi jika menggunakan
rokok elektrik akrab terdengar dengan sebutan vape. Vape adalah sebuah
elektronik yang membuat sebuah liquid di
ubah menjadi uap awalnya vape berasal dari rokok elektrik (e-ciggarete) Pencetus
vape ini berasal dari china yang bernama Hon Lik .
Rokok Elektronik (Elecronic Nicotine Delivery Systems atau
e-Cigarette) adalah sebuah inovasi dari bentuk rokok konvensional menjadi rokok
modern.Rokok elektronik pertama kali dikembangkan pada tahun 2003 oleh SBT Co
Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis Beijing,RRC,yang sekarang dikuasai oleh
Golden Dragon Group Ltd Pada tahun 2004,Ruyan mengambil alih proyek untuk
mengembangkan teknologi yang muncul.
Kandungan dalam
rokok elektrik (vape) berbeda-beda, namun pada umumnya berisi larutan yang
terdiri dari 4 jenis campuran yaitu nikoin, propilen, glikol, air, dan
flavoring (perisa). Kandungan kadar nikotin dalam liquid rokok elektrik
bervariasi, yaitu dari kadar rendah sampai kadar kadar tinggi. Namun,
seringkali kadar nikotin yang tertera pada label tidak sesuai secara signifikan
dari kadar yang sebenarnya . Nikotin termasuk salah satu jenis
narkoba pada golongan zat adiktif. Golongan adiktif adalah zat-zat selain
narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan digolongkan
nikotin dalam zat psikoaktif lain yang menyebabkan ketergantungan. Contoh dari
zat adiktif yaitu rokok, kelompok alkohol, thinner dan zat-zat lain. Seperti
yang dijelaskan bahwa narkoba adalah narkotika, psikotropika, dan zat adiktif
yang merupakansekelompok zat jika masuk ke tubuh manusia dapat menyebabkan
ketergantungan ( diktif) dan mempengaruhi sistem kerja otak. Termasuk di dalam
jenis narkoba adalah jenis obat, bahan/ zat yang penggunaannya diatur, tetapi
sering disalahgunakan seperti alkohol, nikotin, kafein, inhalansia, dan solver.
Diindonesia sendiri mencapai 10,9% dengan laki-laki lebih banyak
mendengar tentang rokok elektronik yaitu 16,8% dibandingkan dengan perempuan
yaitu 5,1%, sedangkan berdasarkan usia kesadaran tentang keberadaan rokok
elektronik pada usia 15–24 tahun lebih besar yaitu 14,4% dibandingkan dengan
pada usia 25–44 tahun yaitu 12,4%. Kesadaran tentang keberadaan rokok
elektronik pada masyarakat Indonesia lebihbanyak pada masyarakat dengan tingkat
pendidikan perguruan tinggi yaitu sebesar 29,4%, selain itu kesadaran tentang
keberadaan rokok elektronik pada masyarakat Indonesia lebih banyak pada
masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan yaitu sebesar 15,3%. Berdasarkan
pengguna rokok elektronik di Indonesia yaitu di antara pengguna baru dan mantan
perokok pada tahun 2010–2011 mencapai 0,5%.
Dilansir pada idn times mengatakan bahwa terdapat kandungan pada
vape yang menyebabkan timbulnya penyakit –penyakit. utamanya pengguna vape pada
usia rentang remaja.Berikut adalah penjelasan penggunan vape yang perlu
diwaspadai!
1.
Penurunan sistem kekebalan tubuh
Elizabeth M. Martin, dkk, melakukan penelitian yang diterbitkan
melalui University of North Carolina, Chapel Hill tentang kekebalan tubuh dan
kemampuan sel-sel tubuh melawan infeksi. Penelitian ini dilakukan kepada orang
perokok aktif, pengguna vape, dan bukan perokok Hasilnya sangat mencengangkan,
bahwa perokok aktif pengguna vape sama-sama menunjukkan tanda-tanda
berkurangnya aktivitas 594 gen yang diketahui mendukung sistem kekebalan tubuh
dan melawan infeksi. Penemuan ini menjadi bukti bahwa senyawa yang ditemukan
dalam cairan vape yang berfungsi untuk menciptakan uap memiliki efek
imunosupresif pada tubuh.
2.
Kandungan
kimia di dalam vape menyebabkan bronchiolitis obliterans atau "popcorn
lung"
Peneliti Harvard mengungkapkan bahwa pengguna vape beresiko
mengidap penyakit bronchiolitis obliterans atau lebih akrab disebut sebagai
'popcorn lung'. Kandungan kimia di dalam vape secara sistematis menghancurkan saluran
udara paru-paru terkecil. karena satu-satunya cara mengatasi penyakit ini
dengan transplantasi paru-paru.
3.
Bisa kecanduan, meskipun pada katrid tertulis
"nicotin-free"
Tes laboratorium FDA menemukan bahwa ditemukan kandungan nikotin
yang besarnya tidak sesuai pada label katrid isi ulang. Jadi meskipun pada
katrid vape tertulis "nicotin-free", belum tentu benar-benar bebas
nikotin, karena kandungan nikotin yang membuat kecanduan itu ada pada katrid
isi ulang.
4.
Kandungan logam dalam asap vape sama besar bahkan lebih dari asap
rokok tradisional
Sebuah penelitian menemukan bahwa logam seperti timah, nikel,
perak, besi, aluminium, silikat, dan kromium terkandung dalam asap vape dalam
jumlah yang sama bahkan lebih besar dari yang ditemukan dalam asap rokok
tradisional. Partikel-partikel tersebut dapat merusak sistem pernapasan, menimbulkan
risiko kanker, dan pertumbuhan sel yang abnormal.
5.
Sebagian besar bahan Vape juga mengandung formaldehid, bahan
pengawet di kamar jenazah
Seorang profesor kimia dan teknik di Portland State University di
Oregon menemukan adanya formaldehid dalam cairan vape. Formaldehid adalah bahan
pembuatan lem dan alat perekat, pelapis produk kertas dan bahan bangunan,
bahkan sebagai bahan pengawet di kamar jenazah dan laboratorium medis.
6.
Risiko terkena penyakit pneumonia lipoid
Seorang wanita berusia 42 tahun terkena pneumonia lipoid saat baru
saja menjadi pengguna vape. Kasus ini disebabkan oleh reaksi peradangan
terhadap keberadaan zat lipid di paru-paru, atau timbunan lemak yang ditemukan
di jaringan paru-paru. Dokter mengatakan bahwa itu semua ada hubungannya dengan
minyak berbasis gliserin yang ditemukan dalam vape. Setelah berhenti
menggunakan vape, kondisi pernapasannya membaik.
Dari
Pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa vape adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan syaraf yang bisa merubah sebuah kecanduan
seseorang menjadi semakin buruk dan terkontabinasi dengan alat alat lain
seperti narkoba dll.
Daftar Pustaka
Fauzia, L., Lubis, S. N. and Sirait, S. yulia (2012) ‘PENGGUNAAN
ROKOK ELEKTRONIK DI KOMUNITAS PERSONAL VAPORIZER SURABAYA’, J Respir Indo,
1(1), pp. 53–61. doi: 10.20473/jbe.v4i2.2016.250.
Firscha, P. (2019) ‘8 Bahaya Rokok Elektrik atau Vape bagi
Kesehatan, Apakah Karsinogenik?’, Www.Idntimes.Com, p. 8 Bahaya RokokElektrik atau Vape bagi Kesehatan ,.Availableat : https://www.idntimes.com/health/fitness/patricia-firscha/8-bahaya-rokok-elektrik-vape-yang-penting-diketahui/full.
Karuniawati, A. (2019) ‘Jurusan bimbingan dan konseling
fakultas ilmu pendidikan universitas negeri semarang 2019’.
Lazuardi, A. I. (no date) ‘Gaya Hidup Penggunaan Vape bidang
anak muda sedang diramaikan’, pp. 1–10.
Tanuwihardja, Susanto, R. E. (2004) ‘Tanuwihardja, Susanto,
Rokok Elektronik (Electronic cigarette) , (Jakata : Respir Indonesia, 2012),
hal 34. 17, pp. 17-67.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar